Mahasiswa INSTIPER Yogyakarta mengikuti PKL di P4S Petani Muda Keren

INSTIPER x P4S Petani Muda Keren Series #6: Dari Farm to Market, Belajar Hilirisasi bersama Bali Organik Subak dan BoS Fresh

Bali — Perjalanan PKL mahasiswa INSTIPER Yogyakarta bersama P4S Petani Muda Keren memasuki bagian akhir. Setelah belajar mengenai budidaya, pertanian organik, sarana produksi, smart farming, pupuk organik dan agen hayati, mahasiswa melanjutkan pembelajaran pada sisi hilirisasi pertanian bersama Bali Organik Subak dan BoS Fresh.
Mahasiswa INSTIPER Yogyakarta mengikuti PKL di P4S Petani Muda Keren

Dari Kebun Menuju Pasar

Pada tahap ini, mahasiswa diajak memahami bahwa pekerjaan pertanian tidak selesai ketika komoditas dipanen. Produk harus melalui penanganan pascapanen, pemilahan kualitas, pengemasan, pencatatan, distribusi dan pemasaran agar dapat sampai kepada konsumen dengan mutu yang tetap terjaga. Pembelajaran hilirisasi mempertemukan sisi produksi dengan kebutuhan pasar. Mahasiswa dapat melihat bagaimana kualitas yang dibangun sejak kebun menjadi dasar untuk memenuhi spesifikasi konsumen dan membangun kepercayaan pembeli.
Mahasiswa INSTIPER Yogyakarta mengikuti PKL di P4S Petani Muda Keren

Quality Control, Packing dan Kontinuitas

Dalam rantai pasok pangan, konsistensi menjadi salah satu kunci. Mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya quality control, sortasi dan pengemasan sebagai tahapan yang menentukan apakah produk dapat memenuhi kebutuhan pasar. Selain kualitas, kontinuitas pasokan juga menjadi tantangan nyata agribisnis. Karena itu, pengelolaan hilir harus terhubung dengan informasi produksi di tingkat petani sehingga permintaan pasar dan kemampuan pasokan dapat direncanakan dengan lebih baik.

Belajar Pasar Online dan B2B

Melalui BoS Fresh, mahasiswa juga mendapatkan perspektif mengenai pengembangan pasar produk pertanian, mulai dari kanal digital hingga pasar B2B seperti hotel, restoran dan supermarket. Setiap segmen memiliki kebutuhan berbeda dalam hal kualitas, volume, jadwal pengiriman dan pelayanan. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa agribisnis modern membutuhkan kemampuan membaca kebutuhan konsumen sekaligus membangun sistem operasional yang mampu menerjemahkan kebutuhan tersebut hingga ke tingkat produksi.
Mahasiswa INSTIPER belajar pemasaran dan hilirisasi produk pertanian

Membuka Perspektif Pasar Ekspor

Bali Organik Subak juga memperkenalkan mahasiswa pada perspektif perdagangan produk pertanian untuk pasar yang lebih luas, termasuk ekspor. Pasar ekspor membutuhkan kesiapan yang lebih kompleks, mulai dari kualitas, standardisasi, penanganan produk, dokumentasi hingga kemampuan menjaga konsistensi pasokan. Bagi mahasiswa, pemahaman ini penting untuk melihat bahwa produk petani Indonesia memiliki peluang memasuki rantai pasar yang lebih luas ketika produksi, kelembagaan dan hilirisasi dibangun secara terintegrasi.

Menutup Perjalanan: Dari Soil, Farm, Technology hingga Market

Rangkaian PKL INSTIPER Yogyakarta bersama P4S Petani Muda Keren dirancang agar mahasiswa melihat pertanian sebagai satu kesatuan. Mereka belajar mengenai tanah dan input, proses budidaya, pertanian organik, teknologi, smart farming, hingga hilirisasi dan pasar. Inilah implementasi pembelajaran Integrated Value Chain Agriculture: membangun hubungan yang lebih kuat antara petani, teknologi, kelembagaan, bisnis dan konsumen. Harapannya, pengalaman lapangan ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk melihat pertanian bukan hanya sebagai sektor produksi, tetapi sebagai ruang inovasi dan kewirausahaan yang memiliki masa depan besar.
Aktivitas rantai nilai Salak Gula Bali Koperasi Petani Muda Keren
INSTIPER x P4S Petani Muda Keren Series #6 menjadi penutup rangkaian dokumentasi pembelajaran mahasiswa: dari soil → farm → technology → market. Petani Muda Keren — Bertani, Berinovasi, dan Bertumbuh Bersama.

Petani Maju, Petani Bersatu

Bersama membangun Pertanian Indonesia Yang Sehat, Subur dan Smart.

0811 396 2727

Call / WA