Agung Wedhatama Jadi Narasumber World Food Weeks 2026 di Universitas Udayana, Dorong Kedaulatan Pangan
BADUNG, BALI — Ketua Koperasi Petani Muda Keren (PMK), A.A. Gede Agung Wedhatama P., M.Eng., menjadi narasumber praktisi pada World Food Weeks 2026, Jumat, 30 Oktober 2026, di Aula Lecture Building Lantai 3, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran. Mengusung tema “Ketahanan atau Ketergantungan: Menguji Janji Pangan Indonesia di Tengah Banjir Impor”, forum ini mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi mengenai masa depan pangan Indonesia.

Agung Wedhatama hadir bersama Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S. dari kalangan akademisi, dengan diskusi dipandu moderator I Komang Wikananda Rama Satria, M.S.. Forum tersebut membuka pembahasan mengenai tantangan produksi, perdagangan, dan keberlanjutan sistem pangan nasional.
Ketahanan Pangan Lebih dari Sekadar Produksi
Forum ini mengangkat pertanyaan mendasar mengenai ketahanan dan ketergantungan pangan nasional di tengah tantangan impor. Dari perspektif praktisi, penguatan produksi perlu berjalan bersama perbaikan rantai pasok, distribusi, akses pasar, dan posisi tawar petani. Kebijakan impor perlu dinilai berdasarkan kebutuhan nyata, stabilitas pasokan, serta dampaknya terhadap produsen dalam negeri.

Model Pertanian Terintegrasi Hulu hingga Hilir
Koperasi Petani Muda Keren mengembangkan pendampingan budidaya, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penguatan kelompok tani, pengelolaan pascapanen, hingga distribusi dan perdagangan. Melalui BOS Fresh, BOS Juice, dan BOS Export, ekosistem ini berupaya menciptakan nilai tambah agar petani tidak berhenti sebagai pemasok bahan mentah.

Teknologi dan Regenerasi Petani
Melalui Mikiko Smart Farming dan kerja sama dengan perguruan tinggi, PMK mendorong penerapan teknologi untuk efisiensi budidaya, pemantauan kebun, dan pengelolaan sumber daya. Kolaborasi mahasiswa dalam magang dan penelitian terapan membuka kesempatan generasi muda memahami pertanian sebagai bidang inovasi sekaligus usaha.

Pengalaman Ekspor Buah Tropis Bali
Pengembangan pasar salak dan manggis melalui PT Bali Organik Subak menunjukkan pentingnya registrasi kebun, standar kualitas, sortasi, grading, fasilitas pengemasan, serta ketertelusuran. Akses pasar internasional dapat memperluas peluang petani, tetapi harus tetap berjalan beriringan dengan penguatan ketersediaan pangan dan pasar domestik.

Kolaborasi Akademisi, Pemerintah, dan Praktisi
World Food Weeks 2026 menjadi ruang pertukaran pandangan akademis dan pengalaman lapangan. Pemerintah berperan dalam kebijakan dan infrastruktur, perguruan tinggi melalui riset dan pengembangan sumber daya manusia, sedangkan koperasi serta pelaku usaha membantu menghubungkan petani dengan pasar. Kegiatan ini juga diikuti mahasiswa yang antusias menyimak diskusi mengenai masa depan sistem pangan Indonesia.

Apresiasi dan Komitmen Berkelanjutan
Dalam rangkaian kegiatan, para narasumber menerima sertifikat serta kenang-kenangan dari penyelenggara. Partisipasi Agung Wedhatama menegaskan komitmen PMK untuk terus mengembangkan kelembagaan petani, teknologi, hilirisasi, dan akses pasar. Ketahanan pangan yang kuat memerlukan sistem ekonomi pertanian yang tangguh, berkeadilan, dan memberi ruang bagi generasi muda.

Berita Terkait
All Categories
Recent Posts
Tags
Petani Maju, Petani Bersatu
0811 396 2727
Call / WA




