Mahasiswa INSTIPER Yogyakarta mengikuti PKL di P4S Petani Muda Keren

INSTIPER x P4S Petani Muda Keren Series #2: Mengenal Ekosistem Agribisnis dan Sarana Produksi di Baja Tani

Bali — Setelah memperoleh pengalaman mengenai budidaya komoditas premium di Sayram Garden, mahasiswa INSTIPER Yogyakarta melanjutkan rangkaian PKL bersama P4S Petani Muda Keren dengan mempelajari sisi lain dari ekosistem pertanian melalui Baja Tani.
Mahasiswa INSTIPER Yogyakarta mengikuti rangkaian PKL Petani Muda Keren
dijelaskan oleh Ketua P4S Baja tani, Ketut Semadiyasa, dalam sebuah usaha pertanian, keberhasilan produksi tidak hanya ditentukan oleh proses budidaya di lahan. Petani juga membutuhkan pemahaman mengenai sarana produksi, pemilihan input, efisiensi biaya, pelayanan terhadap kebutuhan petani, serta bagaimana sebuah usaha pertanian dibangun secara berkelanjutan.

Mengenal Ekosistem Sarana Produksi Pertanian

Melalui pembelajaran di Baja Tani, mahasiswa diajak melihat lebih dekat hubungan antara kebutuhan petani di lapangan dengan ketersediaan sarana produksi pertanian. Perspektif ini penting karena mahasiswa dapat memahami bahwa rantai nilai pertanian memiliki banyak mata rantai yang saling terhubung.
Mahasiswa INSTIPER Yogyakarta mengikuti PKL di P4S Petani Muda Keren
Bagi mahasiswa Agribisnis, pengalaman ini memperkuat pemahaman mengenai aktivitas usaha, pelayanan pasar, distribusi, serta kebutuhan konsumen di sektor pertanian. Bagi mahasiswa Agroteknologi, pembelajaran tersebut menjadi kesempatan untuk melihat keterkaitan antara aspek teknis budidaya dan keputusan mengenai input yang digunakan di tingkat petani.

Pertanian Tidak Hanya Berbicara Produksi

Petani Muda Keren mendorong mahasiswa untuk memahami pertanian sebagai sebuah ekosistem bisnis. Produk yang baik membutuhkan proses produksi yang tepat, tetapi keberlanjutan usaha juga membutuhkan efisiensi, akses terhadap sarana produksi, pengetahuan pasar, jaringan, serta kemampuan mengambil keputusan.
Mahasiswa INSTIPER belajar aspek agribisnis dalam program PKL Petani Muda Keren
Model pembelajaran seperti ini menjadi salah satu alasan program PKL INSTIPER dirancang dengan sistem rotasi. Mahasiswa tidak ditempatkan hanya pada satu aktivitas, melainkan memperoleh kesempatan melihat berbagai kompetensi di dalam jejaring Petani Muda Keren sehingga terbentuk pemahaman yang lebih utuh mengenai perjalanan sebuah produk pertanian.

Membangun Perspektif Agribisnis Sejak dari Lapangan

Pengalaman bersama Baja Tani diharapkan mendorong mahasiswa melihat peluang kewirausahaan pertanian secara lebih luas. Sektor pertanian membutuhkan bukan hanya produsen, tetapi juga generasi muda yang mampu membangun layanan, distribusi, teknologi, pemasaran, dan berbagai usaha pendukung yang memperkuat petani.
Rangkaian magang mahasiswa INSTIPER Yogyakarta bersama Petani Muda Keren
Rangkaian ini merupakan bagian dari INSTIPER x P4S Petani Muda Keren Series. Setelah mempelajari sisi agribisnis dan ekosistem sarana produksi, mahasiswa akan melanjutkan perjalanan untuk memperdalam praktik budidaya hortikultura organik di P4S Petani Muda Keren Gobleg. Petani Muda Keren — Bertani, Berinovasi, dan Bertumbuh Bersama.