Dokumentasi kunjungan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Badung AA Ngurah Raka Sudana ke kantor Koperasi Petani Muda Keren

Kadis Pertanian Badung Kunjungi Koperasi Petani Muda Keren, Dorong Kolaborasi Hulu–Hilir dan Smart Farming

Badung, Bali — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Badung, A.A. Ngurah Raka Sudana, berkunjung ke kantor Koperasi Petani Muda Keren (PMK) untuk berdiskusi mengenai peluang kolaborasi dalam mendorong kemajuan pertanian Kabupaten Badung. Pertemuan ini membahas pendampingan petani dari hulu hingga hilir, perluasan akses pasar hasil pertanian, serta pengembangan teknologi smart farming yang dapat dimanfaatkan petani skala kecil.

Kunjungan Kadis Pertanian Kabupaten Badung ke kantor Koperasi Petani Muda Keren

Pendampingan Petani Badung dari Hulu hingga Hilir

Dalam pertemuan tersebut, A.A. Ngurah Raka Sudana meminta Koperasi PMK untuk berperan dalam mendampingi petani-petani di Kabupaten Badung. Pendampingan diharapkan mencakup penguatan budidaya, peningkatan kualitas, penanganan pascapanen, pengemasan, hingga pemasaran. Dengan pendekatan tersebut, petani tidak hanya didorong untuk meningkatkan produksi, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Komoditas unggulan dan potensial, termasuk asparagus, aneka sayuran, serta buah-buahan dari petani Badung, menjadi bagian penting dari pembahasan. Penguatan akses pasar dipandang sebagai salah satu kebutuhan agar hasil produksi petani memiliki peluang penjualan yang lebih baik.

Diskusi kolaborasi pertanian Badung bersama Koperasi Petani Muda Keren

BoSFresh Membuka Peluang Akses Pasar Produk Petani

Melalui unit bisnis hilir BoSFresh, Koperasi PMK mengembangkan pendekatan Integrated Value Chain Agriculture, yaitu menghubungkan kebutuhan pasar dengan proses produksi, penanganan pascapanen, dan distribusi. Pendekatan ini berpotensi mendukung pemasaran hasil pertanian Badung sekaligus memperkuat standar mutu, kontinuitas pasokan, dan nilai tambah produk.

Kolaborasi yang dibahas masih merupakan peluang pengembangan bersama. Langkah berikutnya memerlukan pemetaan kebutuhan kelompok tani, kesiapan komoditas, standar kualitas, dan mekanisme pemasaran yang sesuai agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh petani.

Smart Farming yang Terjangkau bagi Petani Skala Kecil

Topik strategis lainnya adalah keinginan Dinas Pertanian Kabupaten Badung untuk berkolaborasi dengan PMK dalam pengembangan smart farming bagi petani skala kecil. Inovasi yang dapat dijajaki meliputi efisiensi penggunaan air, sistem irigasi yang lebih terukur, pemantauan kondisi pertanian, dan pemanfaatan data untuk membantu pengambilan keputusan di lapangan.

PMK memandang teknologi bukan sekadar perangkat modern, tetapi sebagai sarana yang harus relevan dengan kondisi petani, mudah diterapkan, dan memberi manfaat dalam efisiensi serta produktivitas usaha tani.

Pertemuan sinergi pertanian hulu hilir dan smart farming di Koperasi PMK

Sinergi Berkelanjutan Pemerintah dan Koperasi

Diskusi ini menjadi titik awal untuk membangun sinergi berkelanjutan antara Dinas Pertanian Kabupaten Badung dan Koperasi Petani Muda Keren. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam pembinaan sektor pertanian, sedangkan koperasi dapat memperkuat kelembagaan, pendampingan usaha, inovasi teknologi, dan hubungan petani dengan pasar.

Dengan menghubungkan kekuatan pemerintah, petani, koperasi, dan dunia usaha, pengembangan pertanian Badung diharapkan tidak berhenti pada peningkatan hasil panen, tetapi turut mendorong kesejahteraan keluarga petani dan daya saing produk lokal.

Ketika petani memiliki pendampingan, teknologi yang tepat, dan akses pasar yang jelas, pertanian dapat tumbuh menjadi usaha yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Petani Muda Keren — Bertani, Berinovasi, dan Bertumbuh Bersama.

Berita Terkait

Petani Maju, Petani Bersatu

Bersama membangun Pertanian Indonesia Yang Sehat, Subur dan Smart.

0811 396 2727

Call / WA