Petani Muda Keren Dorong Pembukaan Ekspor Salak ke Vietnam dan Dukungan GlobalG.A.P.
Petani Muda Keren (PMK) menyampaikan sejumlah aspirasi strategis dalam Sarasehan Eksportir Provinsi Bali bersama Balai Karantina, yang dihadiri Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding. Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, pelaku usaha, eksportir, dan sektor pertanian untuk mempercepat akses komoditas unggulan Bali ke pasar internasional.

Dorong Protokol G-to-G Salak Indonesia–Vietnam
Dalam sarasehan tersebut, Ketua Petani Muda Keren AA Gede Agung Wedhatama menyampaikan aspirasi agar pemerintah mendorong pembukaan akses ekspor salak Indonesia ke Vietnam. Salah satu hal penting yang diperlukan adalah penyelesaian protokol Government-to-Government (G-to-G) antara Indonesia dan Vietnam, sehingga salak dari Bali dan daerah penghasil lainnya dapat memenuhi persyaratan karantina serta memperoleh akses pasar yang lebih luas.
Bagi PMK, pembukaan pasar baru bukan hanya persoalan meningkatkan volume ekspor. Diversifikasi negara tujuan juga penting untuk memperkuat posisi tawar petani, memperluas penyerapan hasil panen, dan membantu menjaga kestabilan harga di tingkat produsen.
“Kami berharap protokol G-to-G untuk salak ke Vietnam dapat segera diupayakan pemerintah. Pasar baru akan memberikan ruang yang lebih besar bagi petani untuk tumbuh, sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu pasar ekspor,” ujar Agung Wedhatama.
GlobalG.A.P. untuk Membuka Pasar Eropa dan Amerika
Selain isu akses pasar Vietnam, Agung Wedhatama juga menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah terhadap proses sertifikasi GlobalG.A.P. bagi kelompok tani dan eksportir. Standar praktik pertanian yang diakui secara internasional menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kesiapan rantai pasok Indonesia menghadapi persyaratan buyer dan pasar dengan standar tinggi, termasuk Eropa dan Amerika.
Dukungan yang dibutuhkan tidak berhenti pada pembiayaan sertifikasi. Pendampingan petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ketertelusuran produk, dokumentasi budidaya, pengendalian residu, keamanan pangan, serta konsistensi penerapan standar di tingkat kebun perlu dibangun sebagai satu ekosistem.

Dari Petani Bali Menuju Pasar Global
Petani Muda Keren memandang ekspor sebagai bagian dari pembangunan ekosistem pertanian dari hulu sampai hilir. Ketika petani memiliki standar produksi yang baik, kepastian pasar, sistem ketertelusuran, dan akses langsung ke rantai perdagangan internasional, nilai tambah produk pertanian dapat kembali lebih besar kepada petani.
PMK mendorong sinergi pemerintah, karantina, kelompok tani, koperasi, eksportir, dan buyer internasional agar komoditas pertanian Bali semakin kompetitif. Dengan pembukaan negara tujuan baru sekaligus peningkatan standar produksi melalui sertifikasi internasional, produk petani Bali diharapkan semakin siap bersaing di pasar global.
Petani Muda Keren — dari petani, untuk pertanian Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing global.
All Categories
Recent Posts
Petani Maju, Petani Bersatu
0811 396 2727
Call / WA




