Pengecekan kebun salak gula pasir Kelompok Tani Tumpang Lestari Desa Jungutan Karangasem

Dari Kebun hingga Packing House: Kelompok Tani Tumpang Lestari Perkuat Manajemen Salak untuk Pasar Ekspor

Karangasem, Bali – Penguatan rantai pasok salak untuk pasar yang lebih luas tidak hanya dilakukan di packing house. Prosesnya dimulai dari kebun, kelompok tani, hingga collecting house. Inilah yang terus dibangun Kelompok Tani Tumpang Lestari, Desa Jungutan, Karangasem, sebagai salah satu kelompok tani anggota Koperasi Petani Muda Keren (PMK).

Pengecekan kebun salak gula pasir Kelompok Tani Tumpang Lestari Desa Jungutan Karangasem

Ketua Kelompok Tani Tumpang Lestari, Yuda Yudiartama, melakukan pengecekan langsung ke kebun-kebun anggota untuk memastikan kondisi tanaman, kesiapan panen, dan kualitas buah. Pengecekan sejak di kebun menjadi tahap awal untuk menjaga konsistensi kualitas salak yang nantinya masuk ke rantai pasok Koperasi PMK.

Manajemen Kelompok Dimulai dari Kebun

Pengecekan kebun salak anggota Koperasi Petani Muda Keren di Desa Jungutan Karangasem

Bagi Koperasi Petani Muda Keren, kelompok tani memiliki posisi penting sebagai penghubung antara produksi di kebun dengan sistem hilirisasi. Data panen, kualitas, volume, waktu panen, hingga kesiapan produk perlu dikelola secara terorganisir agar kebutuhan pasar dapat diterjemahkan sampai ke tingkat petani.

Di Jungutan, proses tersebut dibangun melalui koordinasi kelompok. Salak dari petani dikumpulkan dan ditangani di collecting house sebelum masuk ke tahapan berikutnya. Dengan sistem ini, produk tidak sekadar dikumpulkan, tetapi mulai dikendalikan kualitas dan keseragamannya sejak dari wilayah produksi.

Pengelolaan collecting house salak Kelompok Tani Tumpang Lestari Desa Jungutan

Sortasi dan Grading Menjadi Kunci

Setelah salak masuk ke collecting house, dilakukan proses sortasi dan grading. Buah diperiksa dan dikelompokkan berdasarkan kualitas agar produk yang diteruskan ke Packing House BoS memiliki standar yang semakin seragam.

Proses sortasi salak anggota Koperasi Petani Muda Keren sebelum dikirim ke Packing House BoS

Sortasi dan grading di tingkat kelompok juga membantu meningkatkan efisiensi pada tahapan berikutnya. Salak yang sampai di Packing House BoS telah melewati seleksi awal sehingga proses quality control, penanganan pascapanen, dan packing dapat dilakukan dengan lebih terukur.

Proses grading salak Petani Muda Keren untuk memenuhi standar kualitas

Dari Jungutan Menuju Packing House BoS

Salak yang telah melalui proses pengumpulan, sortasi, dan grading selanjutnya dipersiapkan untuk dikirim ke Packing House BoS. Di titik inilah sistem kelompok tani bertemu dengan sistem hilirisasi Koperasi PMK: produksi petani dikonsolidasikan, kualitas dijaga, kemudian diteruskan menuju proses packing dan pemasaran.

Salak hasil petani Desa Jungutan Karangasem dalam proses penanganan pascapanen

Sistem seperti ini menjadi bagian dari upaya PMK membangun rantai nilai pertanian yang lebih kuat. Petani tetap menjadi produsen utama, kelompok tani memperkuat konsolidasi dan kontrol di wilayah produksi, sementara Koperasi PMK bersama unit hilirnya membangun akses pasar dan penanganan produk pada tahapan selanjutnya.

Dari kebun, collecting house, sortasi dan grading, hingga Packing House BoS—setiap tahapan harus terkoneksi. Karena pasar yang kuat membutuhkan produk berkualitas, dan kualitas yang konsisten lahir dari manajemen petani yang kuat.

Berita Terkait

Petani Maju, Petani Bersatu

Bersama membangun Pertanian Indonesia Yang Sehat, Subur dan Smart.

0811 396 2727

Call / WA