Petani Muda Keren Bersama Dinas Pertanian Provinsi Bali Dorong Registrasi Kebun Salak Sibetan untuk Perkuat Akses Pasar Ekspor
Karangasem, Bali – Petani Muda Keren (PMK) bersama Dinas Pertanian Provinsi Bali terus memperkuat kesiapan petani dalam memenuhi persyaratan pasar ekspor melalui proses registrasi kebun. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, bersama kelompok tani setempat yang mengembangkan Salak Gula Pasir.

Registrasi kebun merupakan bagian penting dalam membangun sistem produksi pertanian yang tertib, terdata, dan dapat ditelusuri. Bagi komoditas yang diarahkan ke pasar ekspor, kesiapan dari tingkat kebun menjadi fondasi agar produk memiliki asal-usul yang jelas serta proses budidayanya dapat didokumentasikan dengan baik.
Pendampingan Langsung di Kebun Petani
Dalam kegiatan tersebut, tim Dinas Pertanian Provinsi Bali melakukan inspeksi lapangan dan pengecekan kelengkapan data kebun. Proses ini menjadi tahapan menuju penerbitan sertifikat registrasi kebun bagi kelompok tani Sibetan setelah seluruh persyaratan yang ditentukan terpenuhi.

PMK berkomitmen untuk tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga membantu petani menyiapkan fondasi produksinya. Pendampingan dilakukan agar petani semakin memahami pentingnya pencatatan, identifikasi kebun, konsistensi budidaya, kualitas hasil panen, serta ketertelusuran produk dari kebun hingga konsumen.

Dari Kebun Sibetan Menuju Pasar Global
Sibetan dikenal sebagai salah satu sentra salak di Bali. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui pembenahan dari hulu hingga hilir sehingga produk petani tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga memenuhi persyaratan administratif dan teknis yang dibutuhkan untuk memasuki rantai perdagangan yang lebih luas.

Melalui penguatan registrasi kebun, PMK ingin mendorong semakin banyak petani dan kelompok tani memiliki kesiapan untuk terhubung dengan pasar ekspor. Upaya ini sejalan dengan pendekatan integrated value chain agriculture yang terus dikembangkan PMK: petani diperkuat di sisi produksi, didampingi dalam pemenuhan standar, kemudian dihubungkan dengan sistem pascapanen dan pasar.

Bagi PMK, ekspor bukan semata-mata tentang mengirim produk ke luar negeri. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem yang mampu memberikan kepastian pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani.

Kolaborasi antara petani, kelompok tani, Petani Muda Keren dan pemerintah diharapkan dapat mempercepat lahirnya lebih banyak kebun yang terregistrasi dan siap memasuki rantai pasok ekspor. Dengan standar produksi yang semakin baik dan ketertelusuran yang kuat, Salak Gula Pasir Sibetan diharapkan semakin memiliki daya saing sebagai salah satu produk unggulan pertanian Bali di pasar internasional.
Petani Muda Keren – Bertani dengan standar, membangun nilai tambah, dan membawa produk petani Bali menuju pasar dunia.
All Categories
Recent Posts
Petani Maju, Petani Bersatu
0811 396 2727
Call / WA




