PKL mahasiswa Institut Pertanian Bogor di Petani Muda Keren

5 Bulan PKL di Petani Muda Keren, Mahasiswa Institut Pertanian Bogor Nelson Pane Mantap Menjadi Agripreneur

Petani Muda Keren (PMK) terus memperkuat perannya sebagai ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal pertanian secara utuh, modern, dan berorientasi kewirausahaan. Salah satunya melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dijalani Nelson Pane, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), selama lima bulan di lingkungan P4S Petani Muda Keren.

PKL Nelson Pane dari hulu hingga hilir pertanian

Selama program tersebut, Nelson tidak hanya mengikuti pembelajaran di satu titik. Ia terlibat dalam rangkaian proses pertanian dari hulu hingga hilir, mulai dari P4S Petani Muda Keren Gobleg hingga P4S Bali Organik Subak. Pendekatan ini dirancang agar mahasiswa memahami bahwa pertanian bukan hanya aktivitas produksi di kebun, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan budidaya, teknologi, manajemen, pasar, dan kewirausahaan.

Persiapan lahan pertanian P4S Petani Muda Keren

Belajar Langsung dari Hulu Pertanian

Di sisi hulu, Nelson mendapatkan pengalaman langsung dalam pengolahan dan persiapan lahan, budidaya pertanian organik, persemaian, pemeliharaan tanaman, pengamatan serta analisis kegiatan budidaya. Proses belajar dilakukan melalui praktik sehingga mahasiswa dapat memahami kondisi nyata yang dihadapi petani di lapangan.

Budidaya hortikultura organik P4S PMK Gobleg

Nelson juga mempelajari penerapan greenhouse dan smart farming sebagai bagian dari transformasi pertanian modern. Pemanfaatan teknologi menjadi penting untuk membantu meningkatkan efisiensi, konsistensi produksi, pencatatan data, serta pengambilan keputusan dalam proses budidaya.

Pembelajaran smart farming dan persemaian
Praktik greenhouse mahasiswa IPB

Dari Kebun Menuju Hilirisasi dan Pasar

Pembelajaran tidak berhenti ketika produk selesai dipanen. Nelson mengikuti proses hilirisasi untuk memahami bagaimana hasil pertanian harus dijaga kualitasnya, ditangani setelah panen, disortir, dikemas, dan disiapkan sesuai kebutuhan pasar.

Pembelajaran hilirisasi pertanian BOS Fresh

Melalui ekosistem Petani Muda Keren dan Bali Organik Subak, Nelson juga mendapatkan gambaran mengenai digitalisasi pertanian, rantai pasok, pemasaran hingga ekspor. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa nilai ekonomi sebuah produk pertanian tidak berhenti di tingkat produksi, tetapi terus berkembang sepanjang rantai nilai hingga sampai kepada konsumen.

Nelson Pane PKL IPB di P4S Petani Muda Keren

Mengubah Mindset Menjadi Agripreneur

Lebih dari sekadar mendapatkan kemampuan teknis, pengalaman lima bulan tersebut memberikan pembelajaran yang membentuk cara pandang terhadap sektor pertanian. Pertanian tidak lagi dipandang sebatas kegiatan bercocok tanam, tetapi sebagai ekosistem bisnis dengan peluang yang luas—dari produksi, teknologi, pengolahan, logistik, digitalisasi, pemasaran hingga perdagangan internasional.

Inilah salah satu tujuan utama P4S Petani Muda Keren dalam menerima mahasiswa magang dan PKL. Mahasiswa diharapkan tidak hanya kembali ke kampus membawa pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membawa mindset baru, keberanian berinovasi, dan keyakinan untuk membangun usaha di sektor pertanian.

PKL mahasiswa Institut Pertanian Bogor di Petani Muda Keren

Setelah mengalami langsung proses pertanian dari hulu hingga hilir, Nelson semakin melihat bahwa ilmu pertanian dapat menjadi fondasi untuk membangun masa depan sebagai agripreneur: generasi muda yang menggabungkan kompetensi pertanian, teknologi, manajemen, kreativitas, dan kewirausahaan.

Bagi Petani Muda Keren, keberhasilan program PKL bukan hanya ketika mahasiswa mampu melakukan praktik budidaya. Keberhasilan yang lebih besar adalah ketika proses pembelajaran mampu mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta usaha dan lapangan pekerjaan, sekaligus melihat pertanian sebagai sektor modern yang memiliki masa depan.

Nelson Pane praktik pertanian di P4S PMK

Melalui P4S Petani Muda Keren Gobleg dan P4S Bali Organik Subak, PMK akan terus membuka ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan generasi muda Indonesia untuk mengalami secara langsung penerapan Integrated Value Chain Agriculture—membangun pertanian yang produktif, berkelanjutan, berbasis teknologi, memiliki akses pasar, dan mampu melahirkan agripreneur baru Indonesia.