Mahasiswa Universitas Udayana Magang di BoSFresh, Belajar Hilirisasi, Digitalisasi hingga Branding Produk Pertanian
Bali — Mahasiswa Universitas Udayana mengikuti kegiatan magang/Praktik Kerja Lapangan (PKL) bersama Petani Muda Keren dengan fokus khusus pada sektor hilir pertanian di BoSFresh. Dua mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Zalwa Maharani Al Humairo dan Siti Noor Zulaiha, keduanya dari Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Program ini menempatkan mahasiswa langsung pada proses yang terjadi setelah produk dipanen: bagaimana kualitas dijaga, produk dipasarkan, konsumen dilayani, hingga sebuah produk pertanian memiliki identitas dan nilai tambah di pasar.

Mahasiswa Agribisnis Belajar Langsung di BoSFresh
Zalwa Maharani Al Humairo dan Siti Noor Zulaiha mendapatkan kesempatan melihat secara langsung bagaimana sektor hilir menjadi bagian penting dalam bisnis pertanian. Sebagai mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Udayana, pembelajaran di BoSFresh memberikan pengalaman praktis mengenai hubungan antara produk pertanian, proses bisnis, pasar dan konsumen.
Fokus Belajar di Hilir Pertanian
Selama kegiatan di BoSFresh, mahasiswa mempelajari berbagai aspek hilirisasi mulai dari pascapanen, sortasi, grading, quality control, handling, packing dan persiapan distribusi. Tahapan tersebut penting karena kualitas produk pertanian tidak hanya ditentukan saat berada di kebun, tetapi juga oleh bagaimana produk ditangani setelah panen sampai diterima oleh pasar.
Mahasiswa juga belajar melihat produk dari perspektif konsumen dan buyer. Ukuran, tingkat kematangan, penampilan, konsistensi kualitas, kemasan hingga ketepatan pelayanan menjadi bagian dari proses pembentukan nilai sebuah produk.

Digitalisasi dan Customer Service
Pembelajaran tidak berhenti pada penanganan produk fisik. Di BoSFresh, mahasiswa diperkenalkan dengan bagaimana digitalisasi membantu proses bisnis pertanian, mulai dari informasi produk, komunikasi dengan pelanggan, pengelolaan pesanan hingga pemasaran melalui kanal digital.

Customer service juga menjadi bagian penting. Mahasiswa belajar bahwa membangun pasar membutuhkan kemampuan mendengar kebutuhan pelanggan, memberikan informasi produk secara jelas, menangani pertanyaan maupun keluhan dengan baik, serta menjaga kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.
Memahami Proses dan Standar Pasar Ekspor
Mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran mengenai ekspor produk pertanian. Fokusnya adalah memahami bahwa memasuki pasar internasional membutuhkan kesiapan yang lebih luas: konsistensi mutu, sortasi dan grading, penanganan pascapanen, kemasan, dokumentasi, ketertelusuran produk, serta kemampuan memenuhi kebutuhan buyer.

Melalui perspektif ini, mahasiswa dapat melihat bahwa hilirisasi pertanian memiliki peluang yang sangat luas. Produk yang berasal dari petani dapat memperoleh nilai tambah ketika dikelola dengan standar, sistem pemasaran dan akses pasar yang tepat.
Marketing Communication, Branding dan Content Maker
Salah satu fokus pembelajaran lainnya adalah marketing communication produk pertanian. Mahasiswa belajar bagaimana sebuah produk tidak cukup hanya berkualitas, tetapi juga harus mampu dikomunikasikan dengan baik kepada pasar.

Di dalamnya termasuk proses membangun branding, menentukan pesan produk, membuat foto dan video, menyusun narasi, mengembangkan materi media sosial serta memahami bagaimana konten digital dapat membantu memperkenalkan produk petani kepada konsumen yang lebih luas.
Mahasiswa juga didorong memahami peran sebagai content maker: bukan sekadar membuat konten yang menarik secara visual, tetapi mampu menceritakan asal produk, proses di baliknya, kualitas, petani yang menghasilkan, serta nilai yang membedakan produk tersebut di pasar.

BoSFresh sebagai Laboratorium Hilirisasi Pertanian
Sebagai unit bisnis hilir Koperasi Petani Muda Keren, BoSFresh menjadi ruang belajar nyata tentang hubungan antara produk, pasar dan konsumen. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bahwa dunia pertanian membutuhkan banyak kompetensi di luar budidaya—mulai dari pascapanen, teknologi digital, pelayanan pelanggan, ekspor, pemasaran, komunikasi hingga industri kreatif.

Pembelajaran ini sekaligus memperkenalkan mahasiswa pada konsep Integrated Value Chain Agriculture yang dikembangkan Petani Muda Keren. Dalam sebuah rantai nilai yang terintegrasi, sektor hilir memiliki peran penting untuk menerjemahkan kebutuhan pasar menjadi peluang ekonomi bagi produk pertanian.
Membuka Perspektif Baru Generasi Muda
Petani Muda Keren ingin menunjukkan bahwa berkarier di sektor pertanian tidak selalu berarti harus bekerja langsung di kebun. Generasi muda dapat mengambil peran sebagai ahli pascapanen, digital marketer, customer service, eksportir, brand strategist, content creator, hingga entrepreneur pertanian.
Kolaborasi dengan Universitas Udayana diharapkan membuka semakin banyak ruang bagi mahasiswa untuk mengenal ekosistem agribisnis secara nyata dan menemukan bidang yang sesuai dengan kompetensi serta minat mereka.
Dari produk menjadi brand, dari hasil panen menjadi peluang pasar. Di hilir inilah BoSFresh bersama Petani Muda Keren terus membangun jembatan antara petani, produk dan konsumen.
Petani Muda Keren — Bertani, Berinovasi, dan Bertumbuh Bersama.
All Categories
Recent Posts
Tags
Petani Maju, Petani Bersatu
0811 396 2727
Call / WA




