Balai Karantina Gelar Pelatihan Quality Control Manggis di Packing House Bali Organik Subak, Perkuat Standar Ekspor ke Tiongkok
BALI — Dalam upaya meningkatkan kesiapan ekspor buah tropis Indonesia, Balai Karantina di Bali menyelenggarakan pelatihan kompetensi petugas Quality Control (QC) buah manggis di Packing House PT Bali Organik Subak (BOS). Kegiatan ini diikuti tim BOS dan Koperasi Petani Muda Keren (PMK) untuk memperkuat kemampuan pemeriksaan mutu dan mitigasi organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sebelum buah memasuki pasar ekspor, khususnya Tiongkok.


Membangun SDM Quality Control yang Kompeten
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Balai Karantina yang diwakili oleh Ibu Nisa dan Ibu Febri. Keduanya memberikan pendampingan dan pemaparan terkait pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), persyaratan fitosanitari, serta peningkatan kompetensi petugas QC buah manggis. Pelatihan menggabungkan pemaparan materi, diskusi teknis, evaluasi pengetahuan, serta praktik pemeriksaan buah manggis di area penanganan pascapanen. Peserta mempelajari pentingnya petugas QC yang memahami standar kualitas, keamanan dan persyaratan fitosanitari negara tujuan.
Petugas QC yang kelak dinyatakan kompeten dan memperoleh sertifikasi sesuai mekanisme yang berlaku diharapkan berperan dalam memastikan setiap lot ekspor melewati pemeriksaan internal secara konsisten. Pelatihan ini merupakan langkah menuju peningkatan kompetensi; keikutsertaan peserta tidak dengan sendirinya berarti telah tersertifikasi.


Pengendalian OPT sebagai Persyaratan Penting Ekspor
Materi menyoroti identifikasi dan mitigasi OPT, termasuk kewaspadaan terhadap kutu putih dan organisme lain yang berpotensi menjadi perhatian karantina. Tim belajar melakukan pemeriksaan visual secara teliti pada buah, kelopak, serta bagian yang berisiko menjadi tempat persembunyian OPT, lalu memisahkan buah yang tidak memenuhi persyaratan.
Pengendalian tidak cukup dilakukan di ujung rantai pasok. Mitigasi harus diterapkan sejak kebun, dilanjutkan di rumah kemas, penyimpanan, dan pengangkutan. Tujuannya ialah menurunkan risiko kontaminasi ulang serta menjaga ketertelusuran komoditas.

Memahami Alur Fitosanitari Manggis Tujuan Tiongkok
Dalam sesi materi, narasumber karantina menjelaskan bahwa manggis ekspor perlu berasal dari kebun terdaftar, diproses di rumah kemas terdaftar, memenuhi persyaratan bebas OPT target negara tujuan, dan melalui pemeriksaan serta sertifikasi fitosanitari oleh petugas yang berwenang sebelum pengiriman.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai dokumen fitosanitari dan pentingnya pencatatan, sortasi, pengemasan, serta kesiapan pemeriksaan pada setiap tahapan. Sertifikat fitosanitari diterbitkan oleh otoritas karantina sesuai ketentuan; sertifikasi kompetensi petugas QC merupakan hal yang berbeda.



Praktik Langsung di Area Cleaning Packing House BOS
Pelatihan dilanjutkan dengan praktik di area cleaning Packing House Bali Organik Subak. Tim menggunakan perlengkapan kerja dan alat bantu pembersihan untuk memahami prosedur penanganan buah, pengamatan OPT, sortasi, dan pemeriksaan mutu. Praktik langsung membantu peserta menerjemahkan standar teknis menjadi kegiatan operasional sehari-hari.
Dalam proses QC, buah yang terindikasi bermasalah perlu dipisahkan dan ditindaklanjuti sesuai SOP, bukan dicampur dengan buah yang telah memenuhi persyaratan. Pemeriksaan internal oleh BOS melengkapi, tetapi tidak menggantikan, pemeriksaan resmi karantina.

Evaluasi Pengetahuan dan Kesiapan Ekspor
Selain praktik, kegiatan dilengkapi formulir evaluasi kompetensi mengenai persyaratan ekspor manggis ke Tiongkok, OPT target, ciri serangan, alur pemrosesan, pengambilan sampel pemeriksaan, mekanisme pengiriman melalui pelabuhan, dan penanganan apabila ditemukan OPT pada pemeriksaan karantina.
Pengambilan sampel dan keputusan kelayakan harus mengikuti ketentuan resmi serta prosedur yang berlaku, bukan angka persentase yang diasumsikan. Pelatihan ini menjadi momentum bagi BOS untuk terus membenahi dokumentasi, konsistensi pemeriksaan, dan disiplin kerja tim.

Sinergi Karantina, BOS, dan Koperasi Petani Muda Keren
Bagi PT Bali Organik Subak dan Koperasi Petani Muda Keren, peningkatan kapasitas QC merupakan investasi penting dalam membangun rantai pasok buah tropis yang profesional, dari kebun petani hingga pasar internasional. Standar yang kuat membantu melindungi reputasi komoditas Indonesia sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih berkelanjutan bagi petani mitra.
Melalui peningkatan kompetensi SDM, penerapan SOP dan pendampingan teknis dari otoritas karantina, BOS terus memperkuat kesiapan rumah kemas untuk menghadirkan manggis ekspor yang bermutu, tertelusur, dan memenuhi persyaratan fitosanitari negara tujuan.
5 Berita Terkait
- Buyer Manggis China Kunjungi Packing House BOS, Persiapan Musim Ekspor Manggis Bali 2026
- Koperasi PMK dan BOS Export Hadir di Trade Expo Indonesia 2026
- Mahasiswa Terlibat Langsung dalam Ekspor Salak Bali ke Tiongkok
- Koperasi PMK Perkuat GAP Kebun Salak Munduk Temu Tabanan
- Kadis Pertanian Badung Kunjungi Koperasi PMK, Dorong Kolaborasi Hulu–Hilir
All Categories
Recent Posts
Tags
Petani Maju, Petani Bersatu
0811 396 2727
Call / WA




