Petani Muda Keren Berbagi Transformasi Pertanian Masa Depan dalam Forum KTNA Bali
Denpasar, Bali – 24 September 2026. Petani Muda Keren (PMK) kembali mengambil bagian dalam ruang berbagi pengetahuan pertanian melalui kegiatan bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Dalam forum tersebut, AA Gede Agung Wedhatama berbagi pengalaman mengenai perjalanan membangun ekosistem pertanian yang mampu menghubungkan petani, teknologi, kelembagaan, hilirisasi, hingga akses pasar.

Forum ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa regenerasi pertanian tidak cukup hanya dengan mengajak generasi muda kembali ke kebun. Pertanian perlu dibangun menjadi ekosistem usaha yang modern, produktif, memiliki kepastian pasar, serta mampu memberikan nilai ekonomi yang layak bagi petani.
Dari Produksi Menuju Integrated Value Chain Agriculture
Dalam pemaparannya, Agung Wedhatama menekankan pendekatan integrated value chain agriculture yang selama ini dikembangkan Petani Muda Keren. Pendekatan tersebut melihat pertanian sebagai satu rantai yang utuh: dimulai dari produksi di kebun, penerapan standar dan teknologi, penguatan kelembagaan petani, penanganan pascapanen, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran kepada konsumen dan pasar ekspor.

Dengan rantai nilai yang terintegrasi, petani tidak semata-mata ditempatkan sebagai produsen bahan mentah. Petani harus menjadi bagian penting dari penciptaan nilai tambah dan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih adil dari produk yang mereka hasilkan.
Teknologi Harus Menjawab Persoalan Nyata Petani
Transformasi pertanian juga membutuhkan pemanfaatan teknologi yang tepat guna. Digitalisasi, data, mekanisasi, IoT, serta sistem pemasaran modern dapat membantu meningkatkan efisiensi dan ketepatan pengambilan keputusan. Namun teknologi harus berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh petani.

Regenerasi Petani Melalui Ekosistem yang Menguntungkan
PMK memandang regenerasi petani sebagai pekerjaan bersama. Anak muda akan semakin tertarik masuk ke sektor pertanian ketika mereka melihat adanya ruang untuk bertumbuh, berinovasi, menggunakan teknologi, membangun usaha, dan mendapatkan penghasilan yang layak.

Karena itu, kolaborasi lintas generasi menjadi sangat penting. Pengalaman dan pengetahuan para petani senior serta jaringan KTNA dapat bertemu dengan energi, teknologi, kreativitas, dan model bisnis baru yang dibawa generasi muda. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian Indonesia.

Kegiatan ditutup dengan apresiasi dan semangat untuk terus memperluas kolaborasi. Bagi Petani Muda Keren, forum seperti ini bukan hanya menjadi tempat berbagi pengalaman, tetapi juga ruang untuk mempertemukan pengetahuan antar-generasi dan membangun visi bersama mengenai masa depan pertanian.
Petani Muda Keren percaya bahwa masa depan pertanian dibangun ketika petani memiliki pengetahuan, teknologi, kelembagaan yang kuat, dan akses pasar dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
All Categories
Recent Posts
Petani Maju, Petani Bersatu
0811 396 2727
Call / WA




