Petani Muda Keren Berbagi Transformasi Ergonomi Pertanian dalam Kuliah Praktisi S2 Universitas Udayana
Denpasar, Bali – Petani Muda Keren (PMK) kembali berbagi pengalaman transformasi pertanian kepada dunia akademik melalui Kuliah Praktisi Program Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Universitas Udayana pada 23 September 2026. Dalam forum tersebut, Ketua Petani Muda Keren, AA Gede Agung Wedhatama, membagikan perspektif praktis mengenai tantangan ergonomi di sektor pertanian serta bagaimana teknologi, inovasi dan pendekatan yang berpusat pada manusia dapat membentuk sistem pertanian masa depan.

Pertanian merupakan sektor yang sangat dekat dengan berbagai risiko ergonomi. Aktivitas mengolah lahan, menanam, memanen, membawa beban, melakukan penyortiran hingga pekerjaan pascapanen masih banyak dilakukan secara manual dan berulang. Kondisi tersebut menuntut perhatian terhadap desain alat, postur kerja, beban fisik, lingkungan kerja, organisasi kerja, serta teknologi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani.
Ergonomi Bukan Hanya Tentang Alat, tetapi Tentang Manusia
Dalam pemaparannya, PMK menekankan bahwa modernisasi pertanian tidak cukup hanya dengan menghadirkan mesin atau teknologi baru. Inovasi harus dirancang berdasarkan kondisi nyata di lapangan dan mampu meningkatkan keselamatan, kenyamanan, produktivitas serta kualitas hidup petani.

Pendekatan ergonomi sosial budaya menjadi penting karena solusi yang berhasil di satu wilayah belum tentu dapat diterapkan dengan cara yang sama di wilayah lain. Kebiasaan masyarakat, karakter petani, kondisi lahan, kemampuan ekonomi, budaya kerja dan penerimaan terhadap teknologi harus menjadi bagian dari desain intervensi.
Smart Farming Harus Membuat Petani Bekerja Lebih Cerdas
Pengalaman PMK dalam penerapan smart farming dan Internet of Things (IoT) juga menjadi salah satu pembahasan. Sensor, otomasi, pemantauan kondisi kebun, pengelolaan data dan mekanisasi memiliki potensi mengurangi pekerjaan manual, meningkatkan presisi, serta membantu petani mengambil keputusan berbasis data.
Namun teknologi tidak boleh menjadi beban baru. Bagi PMK, teknologi pertanian harus sederhana untuk digunakan, memiliki manfaat yang jelas, terjangkau, dapat beradaptasi dengan kondisi lokal, dan pada akhirnya memberikan nilai ekonomi bagi petani. Prinsip tersebut dirangkum dalam pendekatan Simple, Useful, Affordable, Adaptable, dan Profitable.

Dari On-Farm hingga Pasar: Ergonomi dalam Ekosistem Pertanian
Transformasi pertanian juga perlu dilihat sebagai sebuah ekosistem. Melalui konsep Integrated Value Chain Agriculture, PMK mendorong agar pembenahan tidak berhenti pada kegiatan budidaya. Proses panen, pascapanen, sorting, packing, logistik, pemasaran hingga akses pasar harus dirancang menjadi satu rantai nilai yang semakin efisien dan berkelanjutan.
Diskusi bersama mahasiswa Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Universitas Udayana menjadi ruang penting untuk mempertemukan pengalaman lapangan dengan pendekatan ilmiah. Kolaborasi antara kampus, petani, pelaku usaha dan pemerintah diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang bukan hanya canggih secara teknologi, tetapi juga relevan dan dapat diterapkan oleh petani.
Petani Muda Keren percaya bahwa masa depan pertanian bukan sekadar membuat petani bekerja lebih keras, melainkan menciptakan sistem yang memungkinkan petani bekerja lebih aman, lebih sehat, lebih produktif, dan lebih cerdas.
Petani Muda Keren – Integrated Value Chain Agriculture untuk pertanian yang modern, manusiawi, dan berkelanjutan.
All Categories
Recent Posts
Petani Maju, Petani Bersatu
0811 396 2727
Call / WA



