Bli Agung Wedhatama Ajak ASN Bea Cukai Ngurah Rai Bangun Aset Masa Depan Melalui Investasi Pertanian
BADUNG, BALI — Koperasi Petani Muda Keren (PMK) bersama Bali Organik Subak (BOS) berpartisipasi dalam kegiatan NR Talks: Grow Your Future with Petani Muda Keren – Membangun Bisnis dari Bumi yang diselenggarakan Bea Cukai Ngurah Rai pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Aula Dewata Bea Cukai Ngurah Rai. Kegiatan yang juga menyediakan akses secara daring ini menjadi ruang dialog mengenai kewirausahaan, pembangunan aset masa depan, dan potensi sektor pertanian.

Hadir sebagai pemateri, Bli Agung Wedhatama, pendiri Bali Organik Subak dan penggagas Petani Muda Keren. Kegiatan menghadirkan Wawan Dharmawan sebagai keynote speaker dan I Ketut Budiarta sebagai host.

Mengenal Petani Muda Keren dan Bali Organik Subak
Dalam diskusi, Bli Agung Wedhatama memperkenalkan perjalanan Petani Muda Keren sebagai gerakan yang mendorong generasi muda melihat pertanian sebagai profesi sekaligus peluang usaha masa depan. Melalui Koperasi PMK dan ekosistem BOS, upaya tersebut dijalankan dengan menghubungkan kegiatan budidaya, pendampingan petani, pengolahan pascapanen, distribusi, digitalisasi pemasaran, dan akses pasar ekspor.
Model tersebut memperlihatkan bahwa nilai ekonomi pertanian tidak berhenti ketika komoditas dipanen. Penanganan mutu, logistik, pengemasan, pengolahan, serta akses ke pelanggan juga menjadi bagian penting dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.

Mengapa ASN Perlu Memikirkan Aset Masa Depan?
Salah satu topik diskusi adalah pentingnya membangun aset di samping mengandalkan penghasilan rutin. Penghasilan bulanan membantu memenuhi kebutuhan hari ini, sedangkan aset produktif yang dikelola dengan baik berpotensi menjadi sumber nilai dan pendapatan pada masa depan. Namun, setiap investasi tetap memiliki risiko dan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing.
Peserta diajak memahami perbedaan antara bekerja untuk memperoleh penghasilan dan mengembangkan aset yang memiliki potensi menghasilkan nilai secara berkelanjutan. Pertanian menjadi salah satu sektor yang layak dipelajari karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan masyarakat.

Investasi Pertanian: Peluang Nyata, Bukan Sekadar Tren
Pertanian menawarkan beragam model keterlibatan, mulai dari pengembangan lahan dan budidaya, sarana produksi, pascapanen, hingga distribusi dan pengolahan pangan. Nilai tambah dapat diciptakan ketika usaha mampu menjawab kebutuhan pasar dengan kualitas, volume, dan kontinuitas yang terjaga.
Dalam perspektif PMK dan BOS, membangun usaha pertanian perlu dimulai dari pemahaman pasar, bukan hanya keputusan menanam komoditas tertentu. Perencanaan produksi, kemitraan petani, pengendalian kualitas, serta jalur penjualan harus dipikirkan sebagai satu kesatuan.
Mengelola Risiko Cuaca, Harga, dan Operasional
Diskusi juga membahas risiko utama investasi pertanian, seperti perubahan cuaca, serangan organisme pengganggu tanaman, fluktuasi harga panen, dan kenaikan biaya operasional. Risiko-risiko ini tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat dikelola melalui perencanaan usaha yang disiplin.
Beberapa pendekatan yang relevan meliputi penerapan praktik budidaya yang baik, diversifikasi komoditas dan pasar, pencatatan biaya, pengelolaan arus kas, penanganan pascapanen, serta pembangunan kemitraan pemasaran. Pengambilan keputusan investasi juga perlu mempertimbangkan skenario kerugian, kebutuhan modal kerja, dan likuiditas.

Langkah Awal: Mulai dari Belajar dan Skala Terukur
Menjawab pertanyaan mengenai langkah pertama bagi peserta yang tertarik membangun aset melalui pertanian, pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya memulai dari pengetahuan, memahami model bisnis, dan mengukur risiko. Calon pelaku usaha tidak harus langsung memiliki lahan luas. Mereka dapat terlebih dahulu mempelajari rantai pasok pangan, melakukan riset pasar, menjalin kemitraan yang transparan, serta mencoba kegiatan usaha dalam skala yang dapat dikelola.
Dengan cara ini, keputusan berinvestasi tidak hanya didasarkan pada potensi keuntungan, tetapi juga pada pemahaman operasional, perhitungan biaya, dan kesiapan menghadapi risiko.

Memperkuat Kolaborasi dan Literasi Kewirausahaan
NR Talks mempertemukan perspektif aparatur pemerintah dengan pengalaman pelaku usaha pertanian. Dialog semacam ini diharapkan memperluas wawasan mengenai ketahanan pangan, kewirausahaan, dan peluang pengembangan aset produktif secara bertanggung jawab.
Kegiatan diakhiri dengan dokumentasi bersama serta penyerahan cendera mata dan sertifikat. Kolaborasi antara Bea Cukai Ngurah Rai, Koperasi Petani Muda Keren, dan Bali Organik Subak menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi pertanian Bali kepada khalayak yang lebih luas.


Pertanian bukan hanya tentang menanam dan memanen, tetapi juga tentang membangun nilai, membuka pasar, dan menyiapkan masa depan.
Berita Terkait
- Mahasiswa Universitas Udayana Kembangkan Produk Juice Sehat dalam Magang Berdampak di PMK
- Mahasiswa Teknik Elektro Udayana Kembangkan SUBAKO Water Gate System
- Mahasiswa Udayana Belajar Hilirisasi dan Digitalisasi di BoSFresh
- Dari Farm to Market: Hilirisasi Bersama BOS dan BoSFresh
- 10 Mahasiswa INSTIPER Magang di P4S Petani Muda Keren
All Categories
Recent Posts
Tags
Petani Maju, Petani Bersatu
0811 396 2727
Call / WA




