Agung Wedhatama memberikan materi leadership FESTIKA 9 ITB STIKOM Bali

Agung Wedhatama Inspirasi Mahasiswa ITB STIKOM Bali: Pentingnya IT untuk Kemajuan Pertanian Modern di FESTIKA #9

JIMBARAN, BALI — Dunia kampus dan dunia usaha kembali bertemu dalam FESTIKA #9 Explore di ITB STIKOM Bali. Ketua Koperasi Petani Muda Keren, AA Gede Agung Wedhatama P., berbagi perspektif kepemimpinan dan pengalaman membangun ekosistem agribisnis kepada generasi muda.

Mengajak Mahasiswa Menjadi Pemimpin Masa Depan

Agung Wedhatama menyampaikan materi leadership pada FESTIKA 9

AA Gede Agung Wedhatama P., Ketua Koperasi Petani Muda Keren (PMK) dan penggerak Bali Organik Subak, hadir sebagai narasumber dalam FESTIKA #9 Explore yang digelar di ITB STIKOM Bali, Jimbaran, Kamis (5/11/2026). Kegiatan mengangkat tema “Family Harmony in Simplicity”, dengan sesi kepemimpinan bertajuk “Leadership: Skill in Modern Business World” dan semangat “Become the Next Generation Leader”. Acara mempertemukan mahasiswa, panitia, dan pelaku dunia usaha dalam ruang pembelajaran mengenai kepemimpinan dan tantangan bisnis modern.

Kepemimpinan Tidak Hanya Tentang Jabatan

Suasana seminar kepemimpinan ITB STIKOM Bali

Dalam konteks bisnis modern, kepemimpinan tidak cukup dipahami sebagai kemampuan memberi arahan. Seorang pemimpin perlu mampu membaca perubahan, mengambil keputusan, membangun kepercayaan, mengelola tim, dan bertanggung jawab terhadap hasil. Pengalaman pengembangan Koperasi PMK menunjukkan bahwa memimpin ekosistem pertanian berarti menjembatani kepentingan petani, tim operasional, mitra usaha, dan konsumen. Kepemimpinan yang kuat dibangun melalui konsistensi tindakan, bukan semata-mata posisi dalam struktur organisasi.

Adaptif dan Antisipatif di Tengah Perubahan

Dokumentasi narasumber FESTIKA 9

Dunia usaha menghadapi perubahan permintaan pasar, perkembangan teknologi, dinamika harga, dan risiko operasional. Karena itu, calon pemimpin perlu memiliki dua kemampuan yang saling melengkapi: adaptif, yakni mampu menyesuaikan strategi ketika kondisi berubah; dan antisipatif, yakni mampu mengenali risiko dan menyiapkan langkah sebelum masalah muncul. Dalam sektor pertanian, pendekatan ini tercermin pada upaya peningkatan standar budidaya, penguatan sistem pascapanen, dan perencanaan akses pasar yang lebih luas.

Dari Petani ke Pasar: Belajar Memimpin Ekosistem

Agung Wedhatama bersama peserta ITB STIKOM Bali

Koperasi Petani Muda Keren mengembangkan pendekatan rantai nilai pertanian dari hulu hingga hilir, mencakup pendampingan petani, penguatan produksi, teknologi pertanian, penanganan pascapanen, pemasaran, dan ekspor. Pengalaman tersebut menjadi contoh relevan bagi mahasiswa bahwa inovasi bisnis tidak selalu harus dimulai dari sektor yang sedang populer. Tantangan di sektor riil justru membuka ruang untuk membangun usaha yang menghasilkan nilai ekonomi sekaligus dampak sosial.

Pentingnya Teknologi Informasi bagi Kemajuan Pertanian Modern

Melalui pengalaman Koperasi PMK, teknologi informasi dapat diterapkan secara konkret pada pertanian modern: sensor dan Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kondisi lahan, mikrokontroler untuk mengatur sprinkler dan irigasi tetes, CCTV untuk mendukung pengawasan kebun, serta pencatatan digital agar proses produksi lebih mudah dievaluasi. Di sektor hilir, sistem informasi membantu ketertelusuran produk, pengelolaan persediaan, pemasaran digital, dan koordinasi pengiriman. Contoh pengembangan Mikiko Smart Farming dan SUBAKO di lingkungan PMK menunjukkan peluang kolaborasi mahasiswa IT dengan kebutuhan petani. Penerapan teknologi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, kemampuan operator, dan kelayakan biaya agar manfaatnya berkelanjutan.

Kolaborasi, Teknologi, dan Karakter

Dokumentasi kegiatan FESTIKA 9 Explore

Kepemimpinan generasi baru juga memerlukan kemampuan bekerja lintas disiplin. Digitalisasi, pemanfaatan data, pemasaran, dan pengembangan produk membutuhkan kolaborasi antara keahlian teknologi dan pemahaman kebutuhan pengguna. Namun, teknologi saja tidak cukup: integritas, kemampuan berkomunikasi, empati, dan kedisiplinan menjadi fondasi agar organisasi dapat berkembang secara sehat.

Belajar Bersama Dennis dari BlockDev Foundation

Narasumber dan peserta FESTIKA 9

Poster kegiatan mencantumkan dua pembicara pada sesi leadership, yakni Dennis, Head of BlockDev Foundation, dan Agung Wedha, entrepreneur. Kehadiran pembicara dengan latar belakang berbeda memperluas perspektif mahasiswa mengenai kepemimpinan di era modern, mulai dari ekosistem teknologi hingga bisnis pertanian dan pengembangan kewirausahaan.

FESTIKA #9 sebagai Ruang Pembelajaran Mahasiswa

Foto bersama peserta seminar FESTIKA 9

Kegiatan FESTIKA #9 Explore berlangsung secara luring di Aula Lantai 4 ITB STIKOM Bali, Jimbaran, dengan pilihan partisipasi daring sebagaimana tercantum dalam materi acara. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan suasana sesi di auditorium, partisipasi peserta, serta foto bersama narasumber dan panitia. Pertemuan semacam ini membuka ruang dialog antara dunia kampus dan pengalaman praktis pelaku usaha.

Pesan untuk Generasi Muda

Kepemimpinan bukan keterampilan yang hadir secara instan. Ia tumbuh dari keberanian mengambil inisiatif, kesediaan belajar dari kegagalan, kemampuan mendengarkan, dan kemauan menyelesaikan persoalan nyata. Melalui partisipasi dalam FESTIKA #9, PMK mendukung tumbuhnya generasi muda yang mampu menggabungkan pengetahuan, karakter, inovasi, dan tanggung jawab sosial untuk menciptakan perubahan positif.

5 Berita Terkait

Petani Maju, Petani Bersatu

Bersama membangun Pertanian Indonesia Yang Sehat, Subur dan Smart.

0811 396 2727

Call / WA