Petani Muda Keren Perkuat Sinergi dengan Tiongkok, Dorong Teknologi Pertanian dan Akses Pasar Ekspor
Denpasar, Bali – Petani Muda Keren (PMK) bersama KADIN Bali memenuhi undangan jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhisheng. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi ruang dialog untuk memperkuat hubungan serta membuka peluang kolaborasi antara pelaku pertanian Bali dengan Tiongkok.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Petani Muda Keren AA Gede Agung Wedhatama menyampaikan harapan kepada Konjen Zhang agar hubungan yang telah terbangun dapat dikembangkan menjadi kerja sama konkret, terutama dalam bidang pembelajaran, teknologi pertanian, peningkatan kapasitas petani muda, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi produk pertanian Bali dan Indonesia di Tiongkok.
Menurut Agung Wedhatama, kemajuan teknologi Tiongkok memberikan banyak ruang pembelajaran bagi generasi baru petani Indonesia. PMK berharap ke depan dapat terbangun program pertukaran pengetahuan, kunjungan lapangan, pelatihan maupun penjajakan kolaborasi dengan institusi, perusahaan dan ekosistem pertanian di Tiongkok.
“Kami ingin hubungan ini tidak berhenti pada perdagangan. Petani muda Bali perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar bagaimana teknologi diterapkan dari hulu sampai hilir, mulai dari produksi, efisiensi budidaya, pascapanen, pengemasan, logistik hingga pemasaran. Di sisi lain, kami juga ingin semakin banyak produk berkualitas dari petani Bali dapat diterima oleh konsumen Tiongkok,” ujar Agung.
Salah satu perkembangan yang turut menjadi perhatian adalah pasar salak Bali di Tiongkok. PMK melihat meningkatnya akses dan minat pasar sebagai momentum penting untuk membangun ekspor yang konsisten dan berkelanjutan. Bagi PMK, ekspor bukan hanya persoalan mengirim produk ke luar negeri, tetapi harus memberikan dampak langsung berupa kepastian pasar, peningkatan kualitas produk dan harga yang lebih baik di tingkat petani.
Melalui pendekatan Integrated Value Chain Agriculture, Petani Muda Keren terus mendorong agar petani tidak hanya kuat di sisi produksi, tetapi juga terhubung dengan standardisasi, teknologi, pengolahan, distribusi dan pasar. Akses ke pasar internasional diharapkan dapat menjadi instrumen untuk memperkuat posisi petani dalam rantai nilai pertanian.
PMK juga memandang Tiongkok sebagai mitra strategis untuk menjajaki pengembangan teknologi pertanian, termasuk mekanisasi, pertanian presisi, Internet of Things (IoT), teknologi pascapanen, cold chain, traceability serta inovasi pengemasan. Transfer pengetahuan dan teknologi tersebut diharapkan dapat disesuaikan dengan karakter pertanian Bali sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanpa meninggalkan prinsip pertanian berkelanjutan dan kelestarian lingkungan.
Ke depan, Petani Muda Keren berharap komunikasi dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar dan jejaring dunia usaha dapat terus diperkuat. Kolaborasi diharapkan berkembang dari hubungan dagang menjadi kemitraan jangka panjang dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia, adopsi teknologi, investasi rantai pasok serta perluasan pasar produk pertanian Indonesia.
“Bagi kami, pasar ekspor harus bermuara pada kesejahteraan petani. Ketika teknologi, kualitas produksi dan akses pasar dapat berjalan bersama, petani akan memiliki posisi yang lebih kuat dan generasi muda akan semakin optimistis melihat pertanian sebagai sektor masa depan,” tutup Agung Wedhatama.