Dwi Welas Permatasari Agung CEO PT Bali Organik Subak saat kunjungan ke packing house buyer di Shanghai

CEO Bali Organik Subak Dwi Welas Permatasari Agung Kunjungi Packing House Buyer di Shanghai, Perkuat Pasar Ekspor China

Shanghai, China — CEO PT Bali Organik Subak (BoS), Dwi Welas Permatasari Agung, melakukan kunjungan langsung ke packing house buyer di Shanghai, China. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Bali Organik Subak, unit bisnis Koperasi Petani Muda Keren (PMK), dalam memperkuat hubungan dagang sekaligus melihat secara langsung penanganan buah setelah tiba di pasar China.

Kunjungan Bali Organik Subak ke packing house buyer di Shanghai China
Kunjungan CEO PT Bali Organik Subak ke packing house buyer di Shanghai, China.

PT Bali Organik Subak secara rutin mengirimkan komoditas buah tropis Indonesia, khususnya salak dan manggis, kepada buyer di China. Produk yang berasal dari jaringan petani dipersiapkan melalui proses seleksi kualitas, pengemasan, serta pemenuhan berbagai persyaratan ekspor sebelum dikirim ke negara tujuan.

Dalam kunjungan ke fasilitas buyer di Shanghai, Dwi Welas Permatasari Agung melihat secara langsung proses penerimaan, penyimpanan, sortasi, penanganan hingga persiapan distribusi buah ke pasar. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan masukan langsung mengenai standar kualitas, ukuran, tingkat kematangan, kemasan, konsistensi produk, dan kebutuhan pasar China.

Aktivitas di packing house buyer Shanghai China
Melihat langsung aktivitas penanganan dan standar produk di packing house buyer Shanghai.

Bagi Koperasi Petani Muda Keren, kegiatan ekspor tidak semata-mata berorientasi pada perdagangan. Ekspor merupakan bagian dari konsep Integrated Value Chain Agriculture yang menghubungkan petani, koperasi, unit bisnis, buyer hingga konsumen dalam satu rantai nilai yang terintegrasi.

Melalui PT Bali Organik Subak, Koperasi PMK berupaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk pertanian petani. Kepastian pasar menjadi salah satu faktor penting agar petani memiliki keberanian meningkatkan kualitas produksi sekaligus menjaga kontinuitas hasil pertanian.

“Kami ingin petani tidak hanya mampu menghasilkan produk yang bagus, tetapi juga memahami produk seperti apa yang dibutuhkan pasar internasional. Karena itu, hubungan langsung dengan buyer menjadi sangat penting. Informasi dari pasar harus kembali sampai ke petani,” ujar Dwi Welas Permatasari Agung.

Fasilitas buyer buah di Shanghai China
Kunjungan menjadi bagian dari penguatan hubungan pasar dan rantai pasok ekspor ke China.

Pasar China memiliki standar dan kebutuhan yang harus dijaga secara konsisten. Karena itu, kualitas produk, kontinuitas pasokan, keamanan pangan, ketertelusuran atau traceability, serta kepatuhan terhadap persyaratan negara tujuan menjadi perhatian dalam pengembangan ekspor Bali Organik Subak.

Kunjungan ke Shanghai sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap perjalanan produk dari kebun hingga tiba di tangan buyer. Dengan melihat kondisi produk secara langsung setelah melalui proses logistik internasional, Bali Organik Subak dapat terus melakukan perbaikan pada proses grading, packaging, cold chain, handling, dan pengiriman di Indonesia.

Ke depan, Koperasi Petani Muda Keren bersama PT Bali Organik Subak terus mendorong hubungan perdagangan yang berkelanjutan dengan buyer di China sekaligus memperluas peluang bagi produk pertanian Indonesia untuk memasuki pasar internasional.

Dari kebun petani menuju pasar dunia, PMK ingin memastikan bahwa peningkatan akses pasar pada akhirnya memberikan dampak nyata berupa kepastian penyerapan produk, peningkatan kualitas, dan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani.