Mahasiswa Rekayasa Pertanian ITB PKL di P4S Petani Muda Keren

Mahasiswa Rekayasa Pertanian ITB Jalani PKL di P4S Petani Muda Keren, Belajar Pertanian dari Hulu hingga Hilir

BADUNG, BALI — P4S Petani Muda Keren kembali menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda pertanian Indonesia. Mahasiswa Jurusan Rekayasa Pertanian Institut Teknologi Bandung (ITB) mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bersama Petani Muda Keren dengan pendekatan pembelajaran yang menghubungkan proses produksi di kebun hingga pengembangan pasar.

Peserta PKL Rekayasa Pertanian ITB bersama tim BoS Fresh

Selama kegiatan PKL, mahasiswa tidak hanya mengamati aktivitas pertanian, tetapi terlibat langsung dalam ekosistem agribisnis yang dikembangkan Petani Muda Keren. Pembelajaran dimulai dari sisi on-farm, mulai dari pengolahan dan persiapan lahan, budidaya, pemeliharaan tanaman hingga pengenalan serta instalasi teknologi smart farming.

Pembelajaran on-farm mahasiswa ITB di kebun Petani Muda Keren

Belajar Standardisasi Budidaya melalui SSOP

Salah satu fokus pembelajaran adalah penyusunan Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP) untuk komoditas cabai dan brokoli. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa peningkatan daya saing produk pertanian tidak cukup hanya mengejar produktivitas, tetapi juga membutuhkan proses kerja yang konsisten, higienis, terukur dan dapat ditelusuri.

Sortasi cabai dalam kegiatan PKL mahasiswa ITB di BoS Fresh

Mahasiswa juga melihat bagaimana standar di tingkat produksi harus terhubung dengan kebutuhan pascapanen dan pasar. Dengan demikian, keputusan di kebun dapat disusun berdasarkan kualitas produk yang dibutuhkan konsumen, hotel, restoran, supermarket maupun pasar ekspor.

Dari Kebun Masuk ke Hilirisasi BoS Fresh

Pembelajaran kemudian berlanjut ke sisi off-farm melalui BoS Fresh, unit bisnis yang menjadi bagian dari ekosistem Petani Muda Keren. Mahasiswa mempelajari alur penerimaan produk, sortasi, penanganan pascapanen, pengemasan, distribusi serta bagaimana produk pertanian dikembangkan agar memiliki nilai tambah dan memenuhi kebutuhan pasar.

Mahasiswa ITB mempelajari proses off-farm dan packing BoS Fresh

Di sisi pemasaran, peserta PKL diperkenalkan pada pengembangan pasar secara online, skema business-to-business (B2B), hingga rantai pasok untuk pasar ekspor. Pendekatan ini memberikan gambaran bahwa rekayasa pertanian memiliki ruang yang luas: bukan hanya teknologi produksi, tetapi juga bagaimana teknologi, standardisasi, data dan sistem dapat memperkuat keseluruhan rantai nilai pertanian.

Mahasiswa Rekayasa Pertanian ITB PKL di P4S Petani Muda Keren

Mencetak Generasi Pertanian yang Memahami Hulu–Hilir

Bagi Petani Muda Keren, kegiatan PKL merupakan bagian dari komitmen untuk membuka ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dengan praktik pertanian di lapangan. Mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata mengenai tantangan petani, penerapan teknologi, standardisasi produksi, manajemen pascapanen, hingga dinamika membangun akses pasar.

Model pembelajaran hulu–hilir ini sejalan dengan semangat Integrated Value Chain Agriculture yang terus dikembangkan Petani Muda Keren: membangun pertanian yang tidak berhenti pada kegiatan menanam dan panen, tetapi menghubungkan petani, teknologi, pengolahan, distribusi dan pasar dalam satu ekosistem yang memberikan nilai tambah.

Kegiatan mahasiswa ITB bersama Petani Muda Keren

Melalui kolaborasi bersama mahasiswa Rekayasa Pertanian ITB ini, P4S Petani Muda Keren berharap semakin banyak anak muda melihat pertanian sebagai sektor yang modern, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki peluang bisnis besar, serta mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi petani Indonesia.