10 Mahasiswa INSTIPER Yogyakarta Magang di P4S Petani Muda Keren: Belajar Pertanian dari Hulu hingga Hilir
Bali — P4S Petani Muda Keren kembali menjadi ruang belajar bagi generasi muda pertanian Indonesia. Sebanyak 10 mahasiswa INSTIPER Yogyakarta dari Program Studi Agribisnis dan Agroteknologi mengikuti program magang dengan pendekatan pembelajaran langsung di lapangan, mengenal ekosistem pertanian secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami proses budidaya, tetapi juga melihat bagaimana sebuah produk pertanian dibangun menjadi bagian dari rantai nilai yang terintegrasi. Para peserta memperoleh pengalaman mengenai pengolahan lahan, budidaya hortikultura, persemaian, penerapan teknologi dan smart farming, pengelolaan produksi, hingga pengembangan pasar.
10 Mahasiswa dari Agribisnis dan Agroteknologi
Lima mahasiswa Program Studi Agribisnis yang mengikuti kegiatan ini adalah Gilang Febrian, Yoga Eka Mukti Erlambang, Rafly Fauzan Kirom, Aulia Reviana Devi, dan Theofilus Sri Hartomo. Sementara lima mahasiswa Program Studi Agroteknologi adalah Muhammad Ihsan, Dyah Afita Lisna, Yosefa Novebriani Jehanim, Tanty Herawati, dan Nining Sri Ayu.
Belajar Pertanian sebagai Sebuah Ekosistem
Bagi Petani Muda Keren, pembelajaran pertanian perlu mempertemukan ilmu kampus dengan persoalan dan peluang nyata di lapangan. Karena itu, mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan pertanian tidak berhenti ketika panen selesai. Kualitas produksi harus terhubung dengan standardisasi, pascapanen, pemasaran, kebutuhan konsumen, dan keberlanjutan usaha tani.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa mendapatkan pengalaman pada aktivitas on farm sekaligus melihat aspek off farm. Mereka belajar bagaimana teknologi dapat membantu efisiensi produksi, bagaimana kualitas dan konsistensi produk dijaga, serta bagaimana komoditas pertanian dipersiapkan agar memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Dari On Farm hingga Hilirisasi
Program magang juga memperkenalkan mahasiswa pada model Integrated Value Chain Agriculture yang dikembangkan Petani Muda Keren. Pendekatan ini menghubungkan petani, produksi, teknologi, kelembagaan, distribusi, hingga akses pasar dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Mahasiswa dapat melihat bagaimana produk dari tingkat petani selanjutnya masuk ke proses hilirisasi dan pemasaran, termasuk pengembangan pasar melalui jaringan Bali Organik Subak dan BoS Fresh. Dengan demikian, pengalaman magang tidak hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga menumbuhkan perspektif kewirausahaan dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar.
Mencetak Generasi Pertanian yang Adaptif
P4S Petani Muda Keren mendorong agar kegiatan magang menjadi ruang untuk bereksperimen, berdiskusi, dan memecahkan persoalan nyata. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi penting untuk mempertemukan pengetahuan akademik, inovasi teknologi, pengalaman petani, dan dinamika bisnis pertanian.
Melalui program ini, Petani Muda Keren berharap semakin banyak mahasiswa melihat pertanian sebagai sektor masa depan yang membutuhkan ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, kemampuan bisnis, dan kepedulian terhadap lingkungan. Regenerasi pertanian bukan hanya tentang menghadirkan petani muda, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu membangun sistem pangan yang produktif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing.
Petani Muda Keren — Bertani, Berinovasi, dan Bertumbuh Bersama.